{"id":146,"date":"2021-02-02T09:47:53","date_gmt":"2021-02-02T09:47:53","guid":{"rendered":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/40"},"modified":"2021-02-02T09:47:53","modified_gmt":"2021-02-02T09:47:53","slug":"peninggalan-belanda-di-kalurahan-sendangagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/2021\/02\/02\/peninggalan-belanda-di-kalurahan-sendangagung\/","title":{"rendered":"Peninggalan Belanda di Kalurahan Sendangagung"},"content":{"rendered":"<p>Kalurahan Sendangagung adalah sebuah Kalurahan yang terletak di pinggiran Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan yang masih asri dengan tanaman padi yang tampak menghampar dan dusun-dusun yang kelihatan hijau. Dengan hamparan sawah nan luas, tidak salah kalau Kalurahan Sendangagung termasuk lumbung padi di wilayah Yogyakarta. Nama Kebonagung lebih dikenal daripada nama Sendangagung, hal ini terbukti nama Kebonagung dipakai untuk nama jalan dari Terminal Jombor sampai Lapangan Kebonagung. Bukti yang lain, jika warga Sendangagung sedang pergi ke daerah lain, maka warga tersebut akan mengaku dari daerah Kebonagung, bukan dari Kalurahan Sendangagung. Tidak mengherankan juga jika tempat umum di Kalurahan ini menggunakan nama Kebonagung daripada nama Sendangagung, contohnya Lapangan Kebonagung, Pasar Kebonagung, dan Jembatan Kebonagung.<\/p>\n<p>Peninggalan sejarah Sendangagung disinyalir berawal dari kebudayaan Hindu, zaman Kolonial Belanda, zaman pendudukan Jepang, dan zaman perang kemerdekaan. Peninggalan kebudayaan Hindu dapat kita lihat di Dusun Plombangan. Di Dusun Plombangan terdapat patung bercorak Hindu. Namun sungguh sangat disayangkan, patung tersebut sudah hilang tanpa diketahui keberadaannya. Di Dusun Dukuhan terdapat petilasan Ki Ageng Tunggul Wulung yang berupa bangunan cungkup. Ki Ageng Tunggul Wulung yang sebelumnya bernama Senopati Sabdojati Among Rogo. Beliau adalah seorang hulubalang kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke arah barat karena surutnya kejayaan Majapahit. Ki Ageng Tunggul akhirnya menetap di sebuah tempat yang sekarang berada di Dusun Beji. Di tempat inilah Ki Ageng Tunggul Wulung mendirikan pesangrahan semacam kerajaan kecil sebagai tempat tinggal bersama pengikutnya.&nbsp;Sedangkan tempat moksa Ki Ageng Tunggul Wulung di bawah pohon timo yang berada di Dusun Dukuhan. Untuk mengenang tempat moksa Ki Ageng Tunggul Wulung maka dibangun sebuah cungkup sebagai tempat petilasan.<\/p>\n<p>Peninggalan zaman Kolonial &nbsp;Belanda berupa loji, pasar, gedung sekolah, tempat permandian, pabrik, klinik, dan gardu jaga. Peninggalan-peninggalan ini masih ada yang terawat dan ada yang yang sudah hilang tanpa bekas. Bangunan yang masih berdiri adalah Loji Lor dan Loji Kidul, gedung sekolah SD Kebonagung, dan pos jaga di Dusun Bontitan dan Dusun Jomboran. Peninggalan zaman pendudukan Jepang adalah sebuah gua Jepang yang dikenal dengan &ldquo;Gua Kendil&rdquo;. Gua Kendil ini berada di Tejo yang masuk dalam wilayah Dusun Babadan. Menurut penuturan warga, Gua kendil adalah sebagai tempat penyimpanan segala keperluan tentara Jepang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Peninggalan zaman perang kemerdekaan adalah Monumen Pojok dan Gedung Serba Guna. Monumen Pojok adalah tugu pengingat perang antara Laskar Rakyat yang merupakan warga Sendangagung dengan Belanda. Perang antara Laskar Rakyat dengan Belanda ini terjadi di Dusun Pojok pada tanggal 2 April 1949. Gedung Serbaguna Sendangagung merupakan bangunan hadiah pemberian POLRI atas perjuangan rakyat Sendangagung khususnya rakyat Dusun Nanggulan dalam membantu polisi ketika perang kemerdekaan.<\/p>\n<p>Sumber: Moergiyanto. 2014. Fakta Desa Sendangagung. &lt;&nbsp;<a href=\"https:\/\/moergiyanto.wordpress.com\/2014\/01\/18\/tujuh-fakta-tentang-desa-sendangagung\/\">moergiyanto.wordpress.com<\/a>&gt;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalurahan Sendangagung adalah sebuah Kalurahan yang terletak di pinggiran Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalurahan yang masih asri dengan tanaman padi yang tampak menghampar dan dusun-dusun yang kelihatan hijau. Dengan hamparan sawah nan luas, tidak salah kalau Kalurahan Sendangagung termasuk lumbung padi di wilayah Yogyakarta. Nama Kebonagung lebih dikenal daripada nama Sendangagung, hal ini terbukti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":147,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-146","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}