{"id":120,"date":"2021-03-15T12:17:09","date_gmt":"2021-03-15T12:17:09","guid":{"rendered":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/62"},"modified":"2021-03-15T12:17:09","modified_gmt":"2021-03-15T12:17:09","slug":"sejarah-berdirinya-3-kalurahan-di-sendangagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/2021\/03\/15\/sejarah-berdirinya-3-kalurahan-di-sendangagung\/","title":{"rendered":"Sejarah Berdirinya 3 Kalurahan di Sendangagung"},"content":{"rendered":"<p><strong>Berdirinya 3 Kelurahan di Desa Sendangagung<\/strong><\/p>\n<p><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n<p>Desa dan tanah di Yogyakarta yang dikenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dahulu berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta sebagai penrus dinasti Mataram. Kasultanan Yogyakarta sebuah Negara dalam bentuk kerajaan dengan raja sebagai sentralnya. DIY pernah melakukan langkah besar pada tahun 1948 dengan melakukan semacam revolusi desa yaitu penggabungan beberapa desa menjadi satu desa yang besar. Bukannya pemekaran desa yang dilakukan, tetapi penggabungan desa untuk menopang kehidupan perekonomian desa.<\/p>\n<p>Sudah ditemukan dokumen bahwa desa Sendangagung berdiri pada tanggal 19 April 1948 dengan lurah R. DjojoSoemarto. Proses berdirinya kelurahan Sendangagung dimulai tiga tahun sebelumnya, ketika Yogyakarta di bawah kepemimpinan Sri Sultan HB IX menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia.<\/p>\n<p>Secara tersurat maupun tersirat dapat dilihat jika Sri Suktan HB IX mempunyai wewenang penuh dalam mengatur Yogyakarta sebagai bagian dari Republik sekaligus juga sebagai monarki yang independen dan eksis. Tanpa menunggu lama, Sri Sultan HB IX langsung mengeluarkan maklumat no 7\/1945 pada tanggal 6 Desember 1945 yang berisi tentang pembentukan perwakilan rakyat kelurahan. Kelurahan Sendangagung juga melaksanakan maklumat Sri Sultan HB IX.<\/p>\n<p>Pada tahun 1948 baru secara resmi Kelurahan Sendangagung dibentuk dari hasil blengketan tiga kelurahan yaitu, Kelurahan Minggir, Kelurahan Keliran, Kelurahan Nangggulan. Adapun padukuhan disetiap kelurahan kecil sebelumnya adalah :<\/p>\n<ol>\n<li>Kelurahan Minggir dengan nomor urut lama 227 meliputi dusun Kisik, Minggir, Babadan, Pojok Lor, Watugajah, Jambon, Kwaron, Baran, dan Bontitan.<\/li>\n<li>Kelurahan Kliran dengan nomor urut lama 228 meliputi dusun Kliran, Pojok Kidul, Bekelan, Tengahan Lor, Mandungan, Bontitan Kidul, Kregan, ngoro-oro, Plombangan, Brajan, Saidan, dan Ngentak.<\/li>\n<li>Kelurahan Nanggulan dengan nomor urut lama 231 meliputi dusun Nanggulan, Tengahan Kidul, Dukuhan, Sawo, Jomboran dan Tegalsari.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>Buku Sendangagung Gumregah, Sejarah berdirinya Desa Sendangagung tahun 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdirinya 3 Kelurahan di Desa Sendangagung &nbsp; Desa dan tanah di Yogyakarta yang dikenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dahulu berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta sebagai penrus dinasti Mataram. Kasultanan Yogyakarta sebuah Negara dalam bentuk kerajaan dengan raja sebagai sentralnya. DIY pernah melakukan langkah besar pada tahun 1948 dengan melakukan semacam revolusi desa yaitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":33,"featured_media":132,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=120"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/120\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangagungsid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}